Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2009

(more…)

Advertisements

Read Full Post »

dsc01994Dengan mengambil tempat di Gedung Indonesia menggugat Bandung, Dewan Integritas Bangsa, kembali menyelenggarakan temu muka dengan para kandidat presiden kita. Kali ini yang muncul yaitu Yudi Chrisnandi, Bambang Sulistomo, Rizal Ramli dan Marwah Daud. Kecuali Sri Sultan, yang lebih senang mendengar daripada memaparkan konsepnya, tidak hadir pada kesempatan ini. Seperti konvensi biasa, para calon masing-masing satu persatu memaparkan konsep Indonesia kedepan, menurut versi masing-masing. Karena mengambil tempat di Gedung Indonesia menggugat dimana dahulu Bung Karno diadili karena pemikirannya tentang Kapitalisme dan imprialisme, semua kandidat mengawali pidatonya dengan menposisikan dirinya seperti Bung Karno dahulu, ingin mengadakan “perubahan yang lekas”!. dsc020241

Masing-masing tampil dengan gayanya sendiri-sendiri, ada yang menggebu-gebu seperti Yudi Chrisnandi, rupanya senang kalau pidatonya dikatakan seperti Bung Karno. Bambang Sulistomo tampil lebih kalem tetapi cukup elegan. Rizal Ramli tampil tanpa basa basi, cirri khasnya muncul dengan lebih tenang karena faktor usia mungkin ( beda pada waktu dahulu jaman beliau menggerakan Gerakan Anti Kebodohan). Marwah Daud, tampil sebagai sosok seorang politikus dengan gagasannya yang juga ingin mengadakan perubahan secara signifikan.

Setelah mencermati pemaparan ke empat kandidat tersebut, pada umumnya semua kandidat ingin mengadakan perubahan. Namun demikian, forum tidak melihat, para kandidat dapat mengangakat akar masalah bangsa yang sesungguhnya, sehingga kemudian solusinya seperti yang mereka paparkan. Jadi ini artinya, perubahan seperti yang mereka tawarkan,  tidak berangkat dari akar masalah yang sesungguhnya. Inilah yang kemudian, seperti yang saya ungkap dalam judul diatas “ even the dead fish can go with the flow”. Harapan forum bahwa para kandidat itu “ swim against the stream”, berenang melawan arus!. Kata-kata asing ini, penulis pinjam dari pengantarnya pendeta Nathant saat membuka acara tersebut.

Kalau begitu jadinya, maka bukan mustahil,  setelah pemerintahan baru terbentuk kembali, maka issue-issue 30 tahun yang lalu muncul lagi tidak berubah seperti  Kembali Jakarta dilanda Banjir, atau Kembali H-7 dan H + 7, ditandai dengan kemacetan dimana-mana, menelan korban jiwa, nasi aking lagidst, dst.

Anggota forum Bandung yang hadir acara ini adalah John sapiie, Suharmono Sagir, Arif Sidharta, Hendarmin Ranadireksa dan penulis.

Read Full Post »

forum-bandung-cover-buku1Buku ini Sedang dalam proses Pencetakan, sebagai pesan para Intelektual, Budayawan dan praktisi Bandung, kepada mereka yang ingin membangun bangsa ini kearah yang lebih baik, mandiri dan bermartabat, ada baiknya membaca buku ini.

Read Full Post »

BANDUNG, (PR).-
Komunitas intelektual yang tergabung dalam Forum Bandung mengingatkan beratnya perekonomian nasional pada tahun depan. Selain mendapatkan tekanan dari dampak krisis global, fundamen dan pilar ekonomi yang buruk dan proses politik (pemilihan presiden) dengan mekanisme belum sempurna, juga akan menyebabkan semakin tingginya ketidakpastian ekonomi tahun 2009.

“Perekonomian kita tidak ditopang oleh fundamen yang baik. Karena itu, sangat rentan terhadap berbagai gejolak. Apalagi menghadapi krisis kali ini, belum selesai menghadapi tekanan kenaikan harga BBM Mei 2008, sudah datang krisis keuangan global yang memberi ancaman kebangkrutan sektor riil, pengangguran, dan kemiskinan,” ujar ekonom senior dari Unpad, Soeharsono Sagir, dalam diskusi terbatas Forum Bandung, di Hotel Sawunggaling, akhir pekan lalu.

Soeharsono menjelaskan, lemahnya fundamen ekonomi nasional karena hingga kini masih belum ada ciri-ciri dari fundamen ekonomi yang kuat, di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh fungsi intermediasi perbankan. Konsumsi masyarakat yang didukung pendapatan tinggi, artinya untuk itu terdapat kesempatan kerja yang luas.

Selain itu, pengeluaran pemerintah yang menjadi pembentuk PDB, seharusnya bersumber pada penerimaan pajak sebagai penopang utama. Jika tidak cukup, baru mengandalkan pada utang luar negeri, pinjaman dalam negeri (obligasi, SUN). Jika masih tidak cukup, terpaksa menjual aset negara.

Sekjen Forum Bandung, Hendarmin Ranadireksa, mengatakan ekonomi 2009 juga akan bertambah berat dengan adanya berbagai permasalahan politik. “Daripada memaksakan pemilu yang masih mengundang kontroversi dengan dibayang-bayangi dampak krisis global, lebih baik menunda pemilu untuk melakukan recovery ekonomi sambil membuat UU Pemilu yang lebih benar,” ucapnya. (A-135)***

Read Full Post »

(more…)

Read Full Post »

Kuliah Umum Suharsono Sagir

dsc01884

(more…)

Read Full Post »

“Tuan tuan semuanya tentu mengerti bahwa Undang Undang Dasar yang (kita) buat sekarang ini adalah Undang Undang Dasar Sementara. Kalau boleh saya memakai perkataan “ini adalah Undang-Undang Dasar Kilat”, Nanti kalau kita telah bernegara dalam keadaan tenteram, kita tentu akan mengumpulkan kembali Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dapat membuat Undang Undang Dasar yang lebih lngkap dan lebih sempurna.

Read Full Post »

Older Posts »