Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘News’ Category

BANDUNG, (PR).-
Proses Pemilihan Umum 2009 menyimpan banyak potensi konflik secara horizontal. Apalagi, bangsa Indonesia kini berada dalam keadaan “kritis” akibat tingginya ketidakpastian, baik dalam masalah ketatanegaraan, politik, ekonomi, budaya, maupun ancaman krisis finansial global.
“Potensi konflik pada pemilu itu harus selalu diwaspadai dan segera diantisipasi. Caranya, antara lain dengan memberikan informasi dan sosialisasi yang lebih jelas dan terperinci kepada publik,” kata Sekjen Forum Bandung Hendarmin Ranadireksa, dalam pertemuan Forum Bandung, di Hotel Sawunggaling Bandung, Selasa (30/12).

Hadir beberapa intelektual senior yang tergabung dalam Forum Bandung pada pertemuan tersebut, di antaranya Prof. Dr. Sudjana Sapiie, Drs. Suharsono Sagir, Dedy Widjaja, Hj. Yuyu Udin, Drs. Ali Syarief, D. Sumarna, dan Djadja Subagja Husein. Sebelumnya, Forum Bandung menggelar rangkaian pertemuan pada 26-27 Desember 2008.

Menurut dia, tugas utama Komisi Pemilihan Umum adalah untuk memberi arahan secara konkret kepada masyarakat. Oleh karena itu, KPU tidak boleh membuat aturan yang ruwet.
Terkait kondisi bangsa yang masih memprihatinkan, menurut Hendarmin, Forum Bandung mengharapkan ajang pemilu tidak hanya menghamburkan dana besar, tetapi dapat menghasilkan pemerintahan dan kepemimpinan yang kuat, visioner, transformatif, dan tidak permisif.

“Bangsa Indonesia mendambakan munculnya pemimpin yang bisa memecahkan masalah politik dan ekonomi pada tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kekhawatiran munculnya konflik horizontal sangat beralasan, terutama jika menilik sejumlah pemilihan kepala daerah yang rawan konflik. Ditambah lagi, kondisi ekonomi nasional yang lesu terkena imbas krisis global.

“Pemilu seharusnya tidak sekadar bertujuan untuk pemilu, tapi bisa lebih mengedepankan upaya mengatasi kondisi riil yang dihadapi bangsa,” katanya.

Pemahaman itu sangat penting, tutur Hendarmin, mengingat Pemilu 2009 menelan biaya sangat besar mencapai Rp 22,6 triliun. Belum lagi, biaya yang dikeluarkan calon, baik untuk pemilihan legislatif, DPRD (provinsi dan kabupaten/kota), maupun untuk pemilihan presiden. (A-68)***

Advertisements

Read Full Post »

dsc02252Komitmen Forum Bandung dalam turut berperan aktif terdepan menyelesaikan masalah-mmasalah bangsa yang sekarang sedang mewabah, terus dilakukan melalui berbagai saluran dan pendekatan. Tampak salah Hendarmin Ranadireksa sedang menjelaskan akar masalah bangsa di hadapan civitas akademika Universitas Langlang Buana Bandung, sabtu 14/03/07.  Pembicara lain yang turut menyemarakan acara antara lain Dr. Yudhi Chrisnandi, dan Prof.Dr. Rusadi Kantasamita. Makalah yang disampaikan oleh Forum Bandung, dapat di lihat pada selected feature “PROGRAM PRO PUBLIK DAN TANTANGAN KEPEMIMPINAN NASIONAL

 

Read Full Post »

dsc01994Dengan mengambil tempat di Gedung Indonesia menggugat Bandung, Dewan Integritas Bangsa, kembali menyelenggarakan temu muka dengan para kandidat presiden kita. Kali ini yang muncul yaitu Yudi Chrisnandi, Bambang Sulistomo, Rizal Ramli dan Marwah Daud. Kecuali Sri Sultan, yang lebih senang mendengar daripada memaparkan konsepnya, tidak hadir pada kesempatan ini. Seperti konvensi biasa, para calon masing-masing satu persatu memaparkan konsep Indonesia kedepan, menurut versi masing-masing. Karena mengambil tempat di Gedung Indonesia menggugat dimana dahulu Bung Karno diadili karena pemikirannya tentang Kapitalisme dan imprialisme, semua kandidat mengawali pidatonya dengan menposisikan dirinya seperti Bung Karno dahulu, ingin mengadakan “perubahan yang lekas”!. dsc020241

Masing-masing tampil dengan gayanya sendiri-sendiri, ada yang menggebu-gebu seperti Yudi Chrisnandi, rupanya senang kalau pidatonya dikatakan seperti Bung Karno. Bambang Sulistomo tampil lebih kalem tetapi cukup elegan. Rizal Ramli tampil tanpa basa basi, cirri khasnya muncul dengan lebih tenang karena faktor usia mungkin ( beda pada waktu dahulu jaman beliau menggerakan Gerakan Anti Kebodohan). Marwah Daud, tampil sebagai sosok seorang politikus dengan gagasannya yang juga ingin mengadakan perubahan secara signifikan.

Setelah mencermati pemaparan ke empat kandidat tersebut, pada umumnya semua kandidat ingin mengadakan perubahan. Namun demikian, forum tidak melihat, para kandidat dapat mengangakat akar masalah bangsa yang sesungguhnya, sehingga kemudian solusinya seperti yang mereka paparkan. Jadi ini artinya, perubahan seperti yang mereka tawarkan,  tidak berangkat dari akar masalah yang sesungguhnya. Inilah yang kemudian, seperti yang saya ungkap dalam judul diatas “ even the dead fish can go with the flow”. Harapan forum bahwa para kandidat itu “ swim against the stream”, berenang melawan arus!. Kata-kata asing ini, penulis pinjam dari pengantarnya pendeta Nathant saat membuka acara tersebut.

Kalau begitu jadinya, maka bukan mustahil,  setelah pemerintahan baru terbentuk kembali, maka issue-issue 30 tahun yang lalu muncul lagi tidak berubah seperti  Kembali Jakarta dilanda Banjir, atau Kembali H-7 dan H + 7, ditandai dengan kemacetan dimana-mana, menelan korban jiwa, nasi aking lagidst, dst.

Anggota forum Bandung yang hadir acara ini adalah John sapiie, Suharmono Sagir, Arif Sidharta, Hendarmin Ranadireksa dan penulis.

Read Full Post »

forum-bandung-cover-buku1Buku ini Sedang dalam proses Pencetakan, sebagai pesan para Intelektual, Budayawan dan praktisi Bandung, kepada mereka yang ingin membangun bangsa ini kearah yang lebih baik, mandiri dan bermartabat, ada baiknya membaca buku ini.

Read Full Post »

BANDUNG, (PR).-
Komunitas intelektual yang tergabung dalam Forum Bandung mengingatkan beratnya perekonomian nasional pada tahun depan. Selain mendapatkan tekanan dari dampak krisis global, fundamen dan pilar ekonomi yang buruk dan proses politik (pemilihan presiden) dengan mekanisme belum sempurna, juga akan menyebabkan semakin tingginya ketidakpastian ekonomi tahun 2009.

“Perekonomian kita tidak ditopang oleh fundamen yang baik. Karena itu, sangat rentan terhadap berbagai gejolak. Apalagi menghadapi krisis kali ini, belum selesai menghadapi tekanan kenaikan harga BBM Mei 2008, sudah datang krisis keuangan global yang memberi ancaman kebangkrutan sektor riil, pengangguran, dan kemiskinan,” ujar ekonom senior dari Unpad, Soeharsono Sagir, dalam diskusi terbatas Forum Bandung, di Hotel Sawunggaling, akhir pekan lalu.

Soeharsono menjelaskan, lemahnya fundamen ekonomi nasional karena hingga kini masih belum ada ciri-ciri dari fundamen ekonomi yang kuat, di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh fungsi intermediasi perbankan. Konsumsi masyarakat yang didukung pendapatan tinggi, artinya untuk itu terdapat kesempatan kerja yang luas.

Selain itu, pengeluaran pemerintah yang menjadi pembentuk PDB, seharusnya bersumber pada penerimaan pajak sebagai penopang utama. Jika tidak cukup, baru mengandalkan pada utang luar negeri, pinjaman dalam negeri (obligasi, SUN). Jika masih tidak cukup, terpaksa menjual aset negara.

Sekjen Forum Bandung, Hendarmin Ranadireksa, mengatakan ekonomi 2009 juga akan bertambah berat dengan adanya berbagai permasalahan politik. “Daripada memaksakan pemilu yang masih mengundang kontroversi dengan dibayang-bayangi dampak krisis global, lebih baik menunda pemilu untuk melakukan recovery ekonomi sambil membuat UU Pemilu yang lebih benar,” ucapnya. (A-135)***

Read Full Post »